TULISAN PA LWB4

 jadwal sidang         sipp         e court         Siwas

Maklumat Pelayanan

 TAB 1

Tugas dan Fungsi

Ditulis oleh Super User. Posted in Info Peradilan

Ditulis oleh Super User. Dilihat: 595Posted in Info Peradilan

Tugas Pokok Pengadilan Agama Lewoleba

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan dalam pasal 24 ayat (2) bahwa Peadilan Agama merupakan salah satu lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung bersama badan peradilan lainnya di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer, merupakan salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan kehakiman untuk menyelenggerakan hukum dan keadilan bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam.

Sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, maka Pengadilan Agama Lewoleba yang merupakan Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan meyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang :

1.      Perkawinan,

2.      Waris,

3.      Wasiat,

4.      Hibah,

5.      Wakaf,

6.      Zakat,

7.      Infaq,

8.      Shadaqah, dan

9.      Ekonomi Syariah

Fungsi Pengadilan Agama Lewoleba

Di samping tugas pokok dimaksud diatas, Pengadilan Agama Lewoleba mempunyai fungsi, antara lain sebagai berikut:

  • Fungsi mengadili (judicial power), yakni menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat pertama (vide: Pasal 49 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006).
  • Fungsi pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan, dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional di bawah jajarannya, baik menyangkut teknis yudisial, administrasi peradilan, maupun administrasi umum/perlengkapan, keuangan, kepegawaian, dan pembangunan (vide: Pasal 53 ayat (3) Undang-undang No. 3 Tahun 2006 jo. KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).
  • Fungsi pengawasan, yakni mengadakan pengawasan melekat atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris, Panitera Pengganti, dan Jurusita/Jurusita Pengganti di bawah jajarannya agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya (vide: Pasal 53 ayat (1) dan (2) Undang-undang No. 3 Tahun 2006) dan terhadap pelaksanaan administrasi umum kesekretariatan serta pembangunan. (vide: KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).
  • Fungsi nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta (vide: Pasal 52 ayat (1) Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006).
  • Fungsi administratif, yakni menyelenggarakan administrasi peradilan (teknis dan persidangan), dan administrasi umum (kepegawaian, keuangan, dan umum/perlengkapan) (vide: KMA Nomor KMA/080/VIII/2006).

ARTIKEL

MENEGASKAN DISPENSASI KAWIN                   Ditulis oleh Akmal Adicahya, S.HI., M.H.

DISKAGRAFI PERKAWINAN ANAK DI PENGADILAN AGAMA LEWOLEBA                Ditulis oleh Akmal Adicahya, S.HI., M.H.

DISPARITAS PUTUSAN ATAS PERKARA PERCERAIAN DENGAN ALASAN RIDDAH                                  Ditulis oleh Rahmat Raharjo, S.HI., M.Si

REKONSTRUKSI KETENTUAN HARTA BERSAMA  Ditulis oleh Rahmat Raharjo, S.HI., M.Si

MEMBANGUN SILOGISME AMAR PUTUSAN PERCERAIAN                                                    Ditulis oleh Rahmat Raharjo, S.HI., M.Si

OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK PERADILAN AGAMA MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI                Ditulis oleh Rahmat Raharjo, S.HI., M.Si

 

 

 

Aplikasi Pendukung

    komdanas simari sikep abs pengaduan lpse direktori jdih 

      emonev bappenas   emonev smart   erekon   simponi   omspan  e sprint

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account