TULISAN PA LWB4

 jadwal sidang         sipp         e court         Siwas

Ucapan duka banjir 2021 upload

Info Sebaran Covid 2

Tentang Mediasi

Ditulis oleh Super User. Posted in Kepaniteraan

Ditulis oleh Super User. Dilihat: 1115Posted in Kepaniteraan

Alur Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama Lewoleba

 

 

Mediasi merupakan satu tahapan yang wajib dilakukan terhadap seluruh sengketa di pengadilan agama kecuali sejumlah perkara yang telah dikecualikan. Mediasi sendiri sejatinya merupakan upaya penyelesaian Non-Litigasi yang kini diadopsi menjadi salah satu prosedur wajib dalam penyelesaian sengketa di pengadilan. Sifat mediasi yang mengedepankan musyawarah mufakat dinilai lebih mencerminkan budaya masyarakat Indonesia.

Tahapan Mediasi:

1.       Persidangan Pertama

Persidangan memang tidak menjadi bagian dari proses mediasi, akan tetapi pada persidangan pertama inilah majelis hakim akan mengupayakan perdamaian di antara para pihak. Bila upaya perdamaian tersebut tidak berhasil, maka para pihak akan diperintahkan untuk menempuh upaya mediasi. Pada persidangan ini pula, para pihak akan diberikan penjelasan mengenai proses mediasi secara umum. Seperti kewajiban para pihak untuk menyerahkan resume perkara, kewajiban para pihak untuk beriktikad baik, serta kewajiban para pihak untuk memperhatikan arahan mediator. Para pihak juga akan diminta untuk memilih mediator.

 

2.       Memilih Mediator

Pada sidang pertama para pihak akan diminta untuk memilih mediator yang terdaftar di pengadilan. Bila para pihak tidak mengajukan pilihan, para pihak dapat meminta majelis hakim untuk memilihkan mediator.

 

3.       Pemanggilan Para Pihak

Untuk pertemuan mediasi yang pertama kali, para pihak akan dipanggil menggunakan relaas oleh pengadilan.

 

4.       Melaksanakan Proses Mediasi

Pada pertemuan mediasi yang pertama, mediator akan memperkenalkan diri, menjelaskan perihal mediasi secara umum, menjelaskan tugas-tugas mediator, larangan tindakan mediator, serta aturan-aturan lainnya dalam pelaksanaan proses mediasi. Pada pertemuan pertama ini pula, para pihak diwajibkan untuk memberikan resume perkara kepada mediator. Selanjutnya mediator akan menyusun jadwal pertemuan mediasi yang disepakati oleh para pihak. Pelaksanaan mediasi dibatasi untuk 30 hari, dan bila dirasa kurang atau setelah 30 hari dilaksanakan belum muncul kesepakatan-kesepakatan, berdasarkan persetujuan para pihak, dapat diajukan perpanjangan waktu mediasi setidaknya selama 30 hari.

 

5.       Kesepakatan dalam Mediasi

Dalam mediasi, diharapkan muncul kesepakatan seluruh pihak atas seluruh objek sengketa sehingga perkara dapat dinyatakan selesai melalui proses mediasi. Terhadap kesepatan semacam ini, dapat dituangkan dalam sebuah akta perdamaian atau dicukupkan dengan melakukan pencabutan gugatan.

Selain itu, kesepakatan yang dimunculkan dalam proses mediasi dapat saja hanya berkaitan dengan sebagian objek perkara, atau kesepakatan terjadi hanya antara sebagian pihak. Perlu diperhatikan, kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan tidak boleh bertentangan dengan hukum, melibatkan aset atau harta kekayaan pihak lain yang tidak terlibat dalam proses mediasi, serta tidak melibatkan kewenangan institusi atau lembaga lain yang juga tidak terlibat dalam proses mediasi

 

Bila mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, atau kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan tergolong sebagai kesepakatan yang tidak dapat dilaksanakan, maka proses persidangan akan dilanjutkan.Untuk selengkapnya silahkan baca Perma 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan

Aplikasi Pendukung

    komdanas simari sikep abs pengaduan lpse direktori jdih 

      emonev bappenas   emonev smart   erekon   simponi   omspan  e sprint

No Korupsi upload

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account